Trip Bali Februari 2012

Renungan

Sering Bertemu Orang Baru, Single Harus Aktif Menginjil

Para single atau orang yang belum berkeluarga, tentu mempunyai kesempatan yang jauh lebih besar untuk bertemu dengan orang-orang baru, serta waktu yang lebih fleksibel. Kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, termasuk untuk melakukan Amanat Agung, yaitu membagikan kebenaran injil.

Penginjilan tidak hanya dilakukan lewat pelayanan misi ke pedalaman atau suku-suku asing, tapi penginjilan juga dapat dilakukan lewat aktifitas hidup kita sehari-hari.

Berikut tiga faktor penting yang perlu diperhatikan sebagai pemberita Injil menurut Creative Evangelism :

Presensia (Kehadiran)

Kita perlu hadir dengan jati diri yang jelas serta hidup dengan penuh integritas. Walaupun belum mengetahui tentang Injil, orang akan terberkati saat melihat sikap hidup kita yang berbeda dengan orang yang belum percaya. Dengan begitu, mereka pun akan penasaran apa yang mebuat diri kita berbeda dibanding orang kebanyakan.

Proklamasi (Pemberitaan)

Menjadi berbeda dengan teladan hidup yang baik masih belum cukup. Kita pun harus memberitakan firman Tuhan karena “iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Kristus” (Roma 10:17).

Persuasi (Pola Pendekatan)

Kita menghadapi orang yang berbeda kultur dan budaya. Namun Tuhan telah memberi kita hikmat dan kreatifitas, agar bisa menyesuaikan diri dan memberitakan injil dengan cara yang bisa diterima oleh orang lain (1 Korintus 9:19-23).

Yang perlu kita renungkan adalah, apabila Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk mewartakan kabar baik, Mungkinkah Ia lupa memperlengkapi kita? Mungkinkah Ia menaruh kita di tempat yang salah? Mungkinkah Ia enggan untuk menyertai kita? Mungkinkah Ia akan membiarkan kita gagal dan kalah?

Jawabannya: Tentu Saja Tidak! Jadi Anda pun tidak punya alasan untuk menundanya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 2

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Pacaran Dengan yang Lebih Muda

Di Inggris, berpasangan dengan pria yang lebih muda sedang menjadi tren. Bahkan menurut survei yang dilakukan, dua dari tiga wanita dewasa menyatakan tertarik untuk menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda. Sementara setengah dari pria berusia dibawah 35 tahun, mendambakan wanita yang lebih tua sebagai pasangannya.

Namun sebelum Anda mulai tergoda untuk mengikuti fenomena ini, Anda harus mempertimbangkan hal berikut :

1. Faktor Lingkungan

Walaupun sudah banyak yang sukses, tidak dipungkiri kalau ada kelompok masyarakat yang tidak setuju terhadap fenomena ini. Jika Anda adalah tipe yang sangat menghargai nilai-nilai penerimaan masyarakat, sangatlah peting untuk mempertimbangkan faktor ini dengan seksama sebelum mengambil keputusan jangka panjang. Namun yang perlu Anda ingat, Anda tidak bisa menyenangkan semua orang sekaligus.

2. Faktor Kedewasaan

Kondisi ini merupakan faktor yang terbukti bahwa kedewasaan pria berjalan jauh lebih lama dibandingkan wanita sehingga ketika pria menikah dengan wanita yang lebih muda, pernikahan itu biasanya berhasil karena kedua belah pihak berada pada tingkat kedewasaan yang sama. Di sisi lain, jika wanitanya yang lebih tua, ada kemungkinan suaminya belum berada pada tingkat kedewasaan istrinya.

3. Faktor Kompatibilitas

Perbedaan umur sangat mempengaruhi kompatibilitas (kecocokan) akan hobi atau kegiatan tertentu. Biasanya mereka yang seumur memiliki ketertarikan yang sama. Jadi jika Anda sedang menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda, tinjau kembali berapa banyak hal yang dapat Anda berdua sukai bersama-sama.

4. Faktor Teman

Dalam kebanyakan kasus, teman-teman kita merupakan orang yang berasal dari kelompok usia dan gaya hidup yang sama. Jika Anda menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda, Anda harus menghabiskan waktu dengan teman-temannya yang lebih muda dan tidak semua dari mereka mungkin mudah bergaul dengan Anda sebagaimana kekasih Anda.

5. Faktor Pendapatan

Sebagai pihak yang lebih tua dalam suatu hubungan, Anda mungkin lebih mapan secara keuangan dan karir dibandingkan pasangan Anda. Akibatnya, penghasilan Anda pun berpotensi lebih tinggi darinya. Hal ini bisa menjadi masalah bagi beberapa pasangan, bisa juga tidak. Namun putuskan hal ini dengan seksama sebelum mengambil keputusan yang besar.

6. Komitmen

Pada akhirnya pernikahan merupakan salah satu komitmen terbesar yang bisa Anda buat. Jadi sebelum memulai hubungan, pastikan bahwa pasangan Anda itu mempunyai pandangan yang sama tentang tujuan dari hubungan yang Anda jalani ini.

Jangan terburu-buru dalam memulai sebuah hubungan, namun jangan langsung menolak mentah-mentah jika pria yang mendekati Anda berusia lebih muda. Mintalah hikmat dari Tuhan agar Anda tahu apakah ini adalah pria yang tepat untuk bersanding dengan Anda di pelaminan atau tidak.

Renungan 3

Ubah Gaya Hidup Anda

2 Samuel 14:20, “Dengan maksud untuk mengubah rupa perkara itu…hambamu…melakukan perkara ini.”

Keluar dari utang, pertama adalah sikap, baru tindakan. Begitu banyak orang yang dengan cepat terjerumus utang; kesalahan biasanya terjadi ketika timbul keinginan untuk mengikuti suatu standar gaya hidup tertentu. Kadang-kadang, hal ini terjadi karena budaya kita yang hedonis dan berlebihan, atau hanya karena ada orang-orang muda yang ingin sekarang juga memiliki segala yang dimiliki orang tuanya; padahal apa yang dimiliki orang tua mereka memerlukan seumur hidup untuk mengumpulkannya. Kadang-kadang untuk membalik gaya hidup berutang ini, harus terjadi perubahan dalam gaya hidup. Situasi dan sikap yang sekarang harus diubah.

Apa saja kesalahan yang dibuat keluarga-keluarga ketika mereka mengelola keuangan mereka? Ratusan pilihan yang keliru dapat dibuatkan daftarnya, termasuk yang berasal dari keputusan yang dibuat tanpa pengetahuan atau tanpa meluangkan waktu untuk memikirkannya sampai tuntas. Ada kesalahan akibat persoalan karakter seperti nilai yang salah, keegoisan, ketiadaan tanggung jawab, dan kurangnya integritas. Kesalahan-kesalahan lainnya adalah hanya karena ceroboh, kurangnya pendidikan, prioritas salah, dan seterusnya.

Ada pilihan yang sungguh-sungguh salah, yang berasal dari keserakahan. Berapa banyak uang yang disebut cukup? Biasanya kurangnya cuma sedikit. Pemikiran semacam ini membuat orang masuk ke dalam masalah dan pemikiran semacam ini adalah suatu indikasi bahwa perubahan gaya hidup harus terjadi. Hanya ada lima hal yang dapat Anda lakukan dengan uang: Berikan, tabung, investasikan, pinjamkan, dan belanjakan. Perhatikan dimanakah belanja ada dalam deretan itu: pada bagian terakhir. Jangan jadikan belanja sebagai hal pertama yang Anda kerjakan dengan uang Anda. Karena manajemen uang yang tepat itu bersifat spesifik dan teratur, jika Anda memotong proses sistem itu dengan membelanjakan uang Anda terlebih dahulu, maka akan terjadi anarki dalam keuangan dan akhirnya kekacauan finansial.

Letak persoalannya adalah bukan apa yang Anda hasilkan, melainkan apa yang Anda beli. Inilah rencana untuk orang-orang yang mempunyai kebiasaan boros, yang telah membuat mereka bermasalah: Buatlah rencana, keluarlah dari utang, berhenti membelanjakan uang yang tidak Anda miliki, dan lalu bila Anda sudah sepenuhnya mengendalikan uang Anda, silakan mulai menabung untuk kebutuhan-kebutuhan yang spesifik atau untuk rumah. Tetapi, pertama, Anda membutuhkan suatu rencana, yang tertulis, suatu anggaran. Rencana tertulis tetap teguh apakah Anda sedang terombang-ambing emosinya atau sedang tenang. Sikap Anda terhadap pengeluaran seharusnya adalah “apa pun yang terjadi, Anda tidak akan berutang.”

Miliki perubahan gaya hidup Anda sendiri, jangan lihat orang lain.
Tidak ada postingan.
Tidak ada postingan.

Connect Group

CG Pro B 9
Setiap Hari Selasa
Pk 19.00 - Selesai